Friday, June 12, 2015

Max War: Awal Kebangkitan Game Survival Shooter Tanah Air

Max War: Awal Kebangkitan Game Survival Shooter Tanah Air

CRONOSAL-Dalam lima tahun terakhir, industri game di Indonesia berkembang makin pesat. Sejak digemparkan oleh game DreadOut yang sempat dijajal oleh Youtuber terkenal; PewDiePie. Maka semakin banyak orang yang mulai memasukan ide kreatifnya ke dalam game.

Termasuk Max Trix Games yang sedang mengerjakan game survival shooter bernama Max War. Jika Anda telah membaca review sebelumnya, Anda sudah memiliki gambaran awal tentang implementasi fitur Max War.


So, what's new in Max War?

Melalui wawancara eksklusif saya dengan Endrik Prasetyo selaku CEO dari Max Trix Games, ia menjelaskan tentang apa saja yang bakal hadir di Max War nantinya.

Max War: Awal Kebangkitan Game Survival Shooter Tanah Air
Bukan hanya Kalimantan, tetapi seluruh Nusantara!
Seperti trend yang tengah digandrungi developer raksasa, game open-world dengan tema super luas menjadi sasaran sebagian besar gamer. Max War menghadirkan pulau-pulau Nusantara dengan fokus pada 5 pulau besar.

Sumatera diisi dengan perbukitan dan tebing yang curam, kemudian pulau Jawa yang identik dengan industrinya, pulau Kalimantan diset menjadi suasana desert dengan jumlah vegetasi yang minim, di Sulawesi mungkin Anda akan menemukan gemerlap lampu perkotaan, serta tidak lupa rimbunnya hutan di Papua.


Mode builder? Sesuatu yang langka!

Max War: Awal Kebangkitan Game Survival Shooter Tanah Air
Sekedar memacu kreativitas? Boleh saja!
Inilah yang menjadi primadona Max War. Mode builder dimana Anda bisa membangun sebuah markas entah itu untuk bertahan, bersembunyi, atau hanya sekedar melancarkan "otak arsitektur". Setiap pemain berkesempatan mengakses fitur ini, tentunya dengan syarat harus memiliki sumber daya.

Anda perlu batu, kayu, besi, dan sumber daya lain untuk membuat konstruksi bangunan. Lantas bagaimana semua itu didapatkan? Dengan mengeksplorasi seluruh pulau! Ya, bahan-bahan seperti itu tersebar di seluruh pulau dan akan mengajak Anda berpetualang lebih jauh. Sistem semacam ini dapat ditemukan pada game Stranded Deep.


Mode koloni...

Seperti namanya, koloni bukan bicara soal kemampuan individual. Kerja sama tim dan solidaritas sangat dibutuhkan
Senang dengan game sejenis Age of Empire? Maka katakan selamat datang karena Max War juga akan menghadirkan fitur ini! Variasi gameplay semacam ini dapat menarik banyak gamer. Anda bisa membentuk koloni namun setiap anggota koloni bukanlah NPC yang dikendalikan oleh komputer. Mereka tetaplah pemain yang bekerja sama membangun koloni.

Bisa dikatakan pada fitur inilah story dalam game mulai terasa. Membangun sebuah koloni butuh sumber daya yang artinya masing-masing orang bekerja sama dalam tim untuk mendapatkannya. Mungkin hanya sekedar berkeliling pulau, namun potensi untuk berebut sumber daya dengan koloni lain juga bisa terjadi.

Mau tidak mau akan terjadi konflik. Masing-masing koloni membuat "kerajaan" mereka sendiri dan berusaha menyingkirkan koloni lain. Siapa yang kuat, dia yang menang; hukum rimba berlaku disini. Menarik bukan?


Atau pilih mode klasik

Mode deathmatch bisa jadi pilihan
Mode paling klasik yang mudah dijumpai ialah deathmatch. Hanya sekedar berlari dan menembaki musuh demi mendapatkan nilai tertinggi untuk tim. Alternatif lain bagi penyuka tantangan adalah mode capture flag. Max Trix Games belum menjelaskan sangat detil perihal mode klasik ini, tetapi kita sudah bisa menebak sistem permainannya.


Map terlalu luas, Anda butuh kendaraan!

Helikopter; cepat dan mampu mengangkut banyak player
Seperti game open-world pada umumnya, map yang amat luas tidak mungkin dijelajahi hanya dengan mengandalkan sepasang kaki. Anda butuh kendaraan yang mampu mempersingkat waktu perjalanan. Max War menyediakan opsi kendaraan darat, udara, dan perairan. Beberapa diantaranya sepeda motor, mobil jeep, perahu, pesawat jet, dan helikopter. Beberapa kendaraan lain mungkin akan ditambahkan mengingat game ini masih dalam pengembangan.


Pertempuran raksasa!!

Cari spot terbaik untuk menyaksikan "pesta kembang api"
Dengan dukungan multiplayer online serta terrain yang luas. Maka bisa disimpulkan dapat terjadi pertempuran raksasa dalam satu waktu. Max Trix Games menegaskan bahwa Max War mampu menampung hingga 50 player dalam satu room. Demi kenyamanan bermain, pihak developer tengah mempersiapkan server yang mumpuni. Woah... I miss a great war...


Peningkatan grafis

Suasana hutan tropis khas Indonesia
Sesuai janjinya, saat ini Max Trix Games sudah meningkatkan kualitas visual Max War. Implementasi DirectX 11 dapat dikatakan mampu "mendongkrak" keindahan Nusantara dalam Max War. Salah satunya High Dynamic Range yang dapat mengsimulasikan kondisi nyata ketika melihat cahaya dan beralih ke tempat yang gelap. Teknik ini mulai banyak digunakan game modern. Sistem daynight cycle diharapkan mampu membuat atmosfer yang lebih realistis 


Kesimpulan...

Just another animation creation
Max War hadir tidak sekedar menjual sensasi adu tembak melainkan kesempatan eksplorasi dimana hal semacam ini jarang ditemui bahkan oleh developer raksasa sekalipun. Dari segala sisi, Max War sudah menjanjikan inovasi yang diharapkan menjadi awal kebangkitan game survival shooter setelah dulunya developer tanah air hanya mempopulerkan game horror.

Max War: Awal Kebangkitan Game Survival Shooter Tanah Air
Inventory system: membuat Anda lebih mudah menyimpan barang
Belum banyak yang bisa dikicaukan Max Trix Games mengingat usia developer ini yang masih muda. Belum lagi statusnya yang masih indie membuatnya mudah tersaingi oleh developer luar yang lebih kuat. Dukungan dari gamer lokal setidaknya membantu Max War untuk lolos ke pasar Steam. Semoga saja...




Berlangganan Artikel Via Email



2 comments

Gunakanlah form komentar dengan bijak, hanya 20% komentar yang disetujui. Jadi jangan buang waktu Anda.

Jika ingin bertanya, berikan informasi yang detil.

Mohon untuk tidak melakukan spamming