Monday, November 21, 2016

5 Alasan Mengapa Warna Gelap Harus Diaplikasikan pada Layar Gadget

background gelap, kelebihan warna gelap, mengatasi mata lelah komputer, mata lelah smartphone, layar redup

CRONOSAL - Banyak dari kita yang meremehkan warna gelap apabila diaplikasikan pada layar smartphone atau komputer.

Sekilas kesannya suram, tidak menarik, dan cenderung tidak enak dipandang. Tema berwarna gelap pun jarang dipakai, mayoritas tertarik pada tema yang berwarna terang.

Bukan cuma itu, tak sedikit orang yang merasa kurang nyaman membaca tulisan putih berlatar hitam seperti yang tampil di blog ini 😶

Well...

Berikut ini beberapa alasan mengapa warna gelap yang diaplikasikan pada gadget punya banyak keuntungan dibanding warna cerah:


Lebih hemat listrik karena level kecerahannya rendah


Layar smartphone atau komputer terdiri dari jutaan pixel yang masing-masing bercahaya sesuai perintah sistem. Pixel tersebut dapat diibaratkan sebagai lampu. Semakin cerah maka daya yang diperlukan semakin tinggi. Maka dari itu warna gelap hanya mengonsumsi sedikit energi dibanding warna cerah.


Mata tidak cepat lelah saat menatap latar gelap


Kira-kira alasan ini paling mainstream yang sering dijumpai. Menatap layar monitor berjam-jam bisa membuat mata lelah dan kepala pusing. Maka dari itu beberapa software yang mengharuskan pemakainya bekerja dalam jangka waktu lama sengaja mengatur latarnya menjadi gelap, contohnya Notepad++.


Bagi yang punya gejala photophobia disarankan memakai tema gelap


Photophobia adalah gejala sensitivitas berlebihan pada mata saat menatap objek terang seperti matahari, lampu, bahkan monitor. Meski bukan penyakit, namun gejala ini membuat sejumlah aktivitas terasa kurang nyaman. Jadi ketika di depan komputer atau dengan gadget, pastikan kamu memakai tema gelap.


Dengan warna gelap, efek blue light pada monitor dapat dikurangi


Sederhananya efek blue light adalah radiasi yang pasti ada pada semua layar perangkat, mulai dari LCD, LED, IPS, AMOLED, dan sebagainya. Blue light tidak dapat disaring mata, sehingga mata menjadi tegang, merusak kesehatan mata, dan mengganggu pola tidur (Harvard).

Solusinya yakni dengan mengurangi intensitas cahaya, gunakan background gelap, instal aplikasi filter blue light, gunakan monitor dengan kemampuan filter blue light, dan jangan terlalu lama menatap layar.


Dalam kondisi refresh rate tinggi, membaca tulisan putih di atas hitam lebih baik


Penelitian yang dilakukan Bauer dan Cavonius mencoba membalikan kontras tulisan pada layar dengan refresh rate tinggi. Hasilnya para peserta mampu membaca 26% lebih akurat ketimbang tulisan hitam di atas putih.

Recommended!
Terlepas dari kelebihan tersebut, bukan berarti warna gelap bisa dipakai untuk berbagai jenis penggunaan. Misal untuk membuat dokumen, mau tidak mau tetap menggunakan warna putih 😀

Setidaknya kamu bisa aplikasikan pada background desktop, layar smartphone, atau tema sistem operasi. Ditambah lagi, dalam kondisi ruangan gelap maka direkomendasikan menurunkan tingkat kecerahan layar.

Bagaimana? Punya opini lain soal warna gelap? Tulis di komentar 😉

Berlangganan Artikel Via Email



Gunakanlah form komentar dengan bijak, hanya 20% komentar yang disetujui. Jadi jangan buang waktu Anda.

Jika ingin bertanya, berikan informasi yang detil.

Mohon untuk tidak melakukan spamming